Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Cerita-cerita lepas’ Category

Aline

Aline

Wanita cantik bertubuh tinggi semampai itu mengambil kopernya dari roda berjalan lalu berjalan menuju pintu keluar bandara internasional JFK sambil menarik kopernya. Wajahnya menengok ke kiri dan kanan setelah keluar dari gerbang bandara.

“Aline! over here!!” seorang wanita memanggilnya sambil melambaikan tangan.

Wanita itu menengok ke arah datangnya suara yang memanggil namanya, sebuah senyum tergurat di wajah cantiknya dan ia pun segera mempercepat langkahnya menghampiri wanita bule yang memanggilnya itu.

“Vicky…ooh God, how are you?!” mereka berpelukan seolah melepas rindu lama tidak bertemu. (lebih…)

Read Full Post »

Pukul 20.48 di sebuah rumah kecil di pinggiran kota.

 

‘Plak’ pria berwajah sangar dan berambut cepak ala tentara itu melayangkan telapak tangannya pada seorang pria muda yang terikat tak berdaya di sebuah kursi. Tamparan itu cukup kuat sampai kursi tempat pria muda itu terikat agak limbung.

“Guoblok…masih tutup mulut juga lu! Hah!” bentaknya.

Sebelum si rambut cepak itu sempat melayangkan tamparan berikutnya, seorang pria lain berpenampilan parlente, memakai kemeja biru muda yang lengannya digulung hingga siku, memegang tangannya. Ia lalu mendekati si pria yang terikat itu dengan memasang wajah mengejek. (lebih…)

Read Full Post »

Tulisan ini adalah hasil kolaborasi antara Shusaku dan Joe_Anchoex. Dan ceritanya merupakan prekuel dari serial The Click karya Joe_Anchoex.

——————————————————————————–

Villa terpencil di sebuah gunung.

Jam 22.14

 Bintang-bintang gemerlapan menghiasi langit, suara-suara binatang malam seperti jangkrik, kodok dan burung hantu sudah mulai terdengar di daerah yang jauh dari keramaian kota itu. Di villa berarsitektur kuno itu hanya nampak nyala lampu di sebuah ruangannya. Ruang itu adalah sebuah workshop, alat-alat aneh dan dokumen-dokumen berserakan di sebuah meja panjang, pada salah satu sisi dindingnya penuh tempelan sketsa-sketsa desain dan coret-coretan hasil eksperimen, juga ada sebuah whiteboard yang diatasnya tergambar denah interior sebuah mesin dan angka-angka hitungan. (lebih…)

Read Full Post »

Sambungan dari Episode. 2

 4 girls

Grace melangkahkan kakinya dengan agak terburu-buru. Ia melihat ke arah kolam dan menemukan temannya, Arlene dan si mandor dari villa seberang sedang bercengkerama selepas persenggamaan mereka.
“Non Grace, kemana aja dari tadi? ayo sini dong, ikut berenang !” ajak Parjo.
“Len, gua agak ga enak badan, lu orang masuk aja dulu” kata gadis itu tanpa menghiraukan panggilan Parjo, nampak ia sesekali menyedot hidungnya dan menutup mulut dan hidung dengan tangan. (lebih…)

Read Full Post »

Villa Upon the Hill 2

bunga
“Non Sam di Indonesia sudah berapa lama nih kalau boleh tau ?” tanya Gozhi.
“Lima tahun, sudah cukup lama, saya rasa Indonesia good…bagus” jawab Samantha.
“Pantes yah Bahasa Indonesianya udah gak kaku lagi, jadi pengen diajarin Bahasa Inggris sama Non Sam” goda Mamat.
“Hehehe…saya gak bisa ngajar kok Pak” kata gadis itu sambil tersenyum sehingga kecantikan khas orang kulit putihnya makin terpancar.
“Kalau cantik bahasa Inggrisnya apa Non ?” tanya Gozhi
“Beautiful” jawabnya. (lebih…)

Read Full Post »

bunga
Senja telah tiba, matahari mulai tenggelam di ufuk barat mewarnai langit dengan warna jingga yang indah sebelum pergi ke belahan bumi yang lain. Pemandangan senja di daerah pegunungan itu nampak begitu asri, perbukitan yang hijau, pohon-pohon rindang dan langit yang menguning. Waktu saat itu telah menunjukkan pukul setengah enam sore. Beberapa orang pekerja di sebuah kawasan villa elit nampak sedang beres-beres dan menyelesaikan pekerjaan yang tanggung di sebuah villa yang sedang direnovasi. (lebih…)

Read Full Post »

bunga

Pada dekade 780an SM, Raja You (yang nama aslinya Ji Gongnie) dari Dinasti Zhou memerintah Tiongkok dengan gayanya yang tiran. Ketika terjadi gempa bumi besar yang melanda wilayah Guanzhong, ia tidak peduli dengan penderitaan rakyat, malahan mengeluarkan perintah mencari gadis-gadis cantik untuk mengisi istana belakangnya. Salah seorang menteri mempersembahkan baginya seorang gadis cantik yang ketika itu usianya baru 16 tahun bernama Baosi. Raja You sangat tergila-gila dengan Baosi yang memiliki kecantikan bak seorang dewi. Ia memiliki rambut hitam yang panjang berkilau, alis melengkung dan mata yang indah, hidung mancung, pipi merona, berpinggang ramping serta kaki bak busur. Sejak itu Raja You mulai menghabiskan waktunya bersama Baosi dan mengabaikan urusan kenegaraan. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156 pengikut lainnya.